Konsultasi
Cara Riset Keyword Shopee & Tokopedia buat Pemula Bisnis
Admin SmartLapak

Halo Sobat SmartLapak! Siapa sih yang nggak pengen dagangannya di-checkout terus tiap hari? Di tengah gempuran jutaan seller di Shopee dan Tokopedia, jualan itu nggak bisa cuma modal 'asal upload' foto dan naruh harga murah. Kamu butuh strategi biar produk kamu muncul di halaman pertama saat calon pembeli lagi ngetik sesuatu di kolom pencarian. Nah, kuncinya ada di satu ilmu sakti: Riset Keyword.

Kenapa Sih Harus Ribet Riset Keyword?

Bayangkan kamu jualan 'Sepatu Sneakers Pria'. Kalau kamu cuma kasih judul produk 'Sepatu Keren', kemungkinan produkmu ketemu itu kecil banget. Kenapa? Karena orang nggak bakal ngetik 'Sepatu Keren' di kolom pencarian. Mereka bakal ketik yang lebih spesifik, misalnya 'Sneakers Pria Putih Canvas' atau 'Sepatu Cowok Kasual Anti Slip'.

Riset keyword adalah cara kita nyontek 'isi kepala' pembeli. Kita pengen tahu kata apa yang mereka pakai saat cari barang. Dengan tahu keyword yang tepat, produkmu bakal punya peluang lebih besar muncul di urutan atas (organik), hemat biaya iklan, dan pastinya konversi penjualan bakal naik drastis. Penasaran caranya? Yuk, kita bedah satu-satu!

1. Manfaatkan Fitur Auto-Suggest (Gratis & Paling Gampang)

Ini adalah cara paling low budget tapi sangat akurat. Baik Shopee maupun Tokopedia punya fitur auto-suggest di kolom pencarian mereka.

  • Langkahnya: Buka aplikasi Shopee/Tokopedia, ketik kata kunci dasar produkmu (misal: 'Serum').
  • Lihat Hasilnya: Marketplace bakal kasih saran kata tambahan di bawahnya, seperti 'Serum Brightening', 'Serum Acne', atau 'Serum Rambut'.
  • Catat: Kata-kata tambahan inilah yang paling sering dicari orang di minggu-minggu terakhir.

2. Bedah Kompetitor yang Sudah 'Star Seller'

Nggak perlu malu buat belajar dari yang sudah sukses. Cari produk serupa punya kompetitor yang penjualannya sudah ribuan. Perhatikan judul produk mereka:

  • Apakah mereka pakai brand di depan?
  • Kata sifat apa yang mereka sertakan (misal: Ori, Murah, Premium)?
  • Fungsi apa yang ditonjolkan?

Tapi ingat ya, jangan copy-paste bulat-bulat! Ambil polanya, lalu modifikasi dengan keunggulan produkmu sendiri.

Strategi Riset Keyword Khusus di Shopee

Shopee punya ekosistem yang unik. Kamu bisa memanfaatkan fitur Iklan Shopee untuk melihat volume pencarian, meski kamu nggak berencana pasang iklan saat itu juga.

Gunakan Fitur Penambahan Kata Kunci di Seller Centre

Masuk ke dashboard Seller Centre, pilih menu 'Iklan Shopee', lalu buat kampanye 'Iklan Pencarian' baru. Klik 'Tambah Kata Kunci'. Di sana, kamu tinggal ketik kata kunci, dan Shopee bakal kasih tahu berapa ribu orang yang mencari kata itu dalam 30 hari terakhir. Cari keyword dengan volume pencarian tinggi tapi tingkat persaingan (harga bid) yang masih masuk akal.

Gunakan Kata 'Trending' di Shopee

Cek bagian 'Pencarian Populer' di halaman utama Shopee. Biasanya ini relate banget sama apa yang lagi viral di TikTok atau Instagram. Kalau produkmu bisa dikaitkan dengan tren tersebut, gunakan kata kunci viral itu di deskripsi atau judul produkmu.

Strategi Riset Keyword Khusus di Tokopedia

Tokopedia punya audiens yang sedikit berbeda, biasanya lebih suka kata-kata yang to-the-point dan teknis. Jangan lupa manfaatkan fitur Wawasan Pasar.

Wawasan Pasar (Fitur Power Merchant)

Kalau kamu sudah Power Merchant, fitur ini adalah 'tambang emas'. Kamu bisa lihat kata kunci apa yang paling banyak diklik di kategorimu. Kamu juga bisa lihat tren harga pasar, jadi kamu nggak salah nentuin posisi harga dibanding kompetitor.

Optimasi Nama Produk (Title Tag)

Tokopedia sangat menyukai struktur judul yang rapi. Gunakan rumus: [Jenis Produk] + [Merek] + [Keterangan/Spesifikasi] + [Kata Kunci Tambahan]. Contoh: "Botol Minum 2 Liter Aesthetic - Botol Motivasi Viral Anti Tumpah BFA Free".

Tips Rahasia: Pakai 'Long Tail Keyword'

Banyak pemula terjebak pengen pakai keyword pendek seperti 'Baju Anak'. Padahal, persaingannya gila-gilaan! Peluangmu buat menang itu kecil banget.

Cobalah pakai Long Tail Keyword (kata kunci panjang yang spesifik), contohnya: 'Baju Anak Laki-Laki 2 Tahun Bahan Katun Adem'. Meskipun volume pencariannya lebih kecil dibanding 'Baju Anak', tapi orang yang nyari pakai kata kunci ini biasanya sudah 'siap beli'. Tingkat konversinya jauh lebih tinggi!

Langkah Praktis Setelah Dapat List Keyword

Setelah kamu punya daftar keyword (minimal 10-15 kata), apa yang harus dilakukan? Jangan cuma disimpan di catatan HP ya!

  • Masukkan ke Judul: Berikan 2-3 kata kunci paling relevan di judul produk.
  • Tanam di Deskripsi: Masukkan kata kunci pendukung secara natural di dalam deskripsi produk. Jangan cuma spamming tagar, tapi buatlah kalimat yang enak dibaca.
  • Atur di Fitur Tags: Gunakan fitur label atau tag jika tersedia di marketplace tersebut untuk memperkuat relevansi produk.
  • Cek Berkala: Tren pencarian berubah tiap bulan. Lakukan riset ulang minimal sebulan sekali, terutama saat masuk musim liburan atau event besar seperti 11.11 atau 12.12.

Penutup: Konsistensi adalah Kunci

Riset keyword itu bukan pekerjaan sekali jadi. Ini adalah proses belajar terus menerus tentang perilaku pembeli kamu. Dengan memahami apa yang mereka cari, kamu nggak cuma sekadar 'jualan', tapi juga memberikan 'solusi' yang mereka butuhkan tepat di layar HP mereka.

Mau belajar lebih dalam tentang cara ningkatin omzet 10x lipat lewat digital marketing? Yuk, gabung di komunitas SmartLapak! Kita punya kelas-kelas intensif yang bakal bimbing kamu dari nol sampai jago jualan di marketplace. Jangan cuma jadi penonton kesuksesan orang lain, saatnya tokomu yang jadi bintang! Klik link di bio atau daftar sekarang di SmartLapak.com!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *